PENDAKIAN GUNUNG BULUSARAUNG

2 komentar
Ehm....Ehm....Kali ini saya akan menceritakan sedikit tentang perjalanan kami mendaki Gunung Bulusaraung.
Disini saya rasa ndak perlu jelaskan apa itu mendaki?
Apa gunanya mendaki?
Bagaimana rasanya mendaki?
Karena saya tidak tahu...... mungkin kalian bisa bertanya sama om gugel ....
saya berharap  suatu saat alam yang akan menjelaskan dan menjawab pertanyaan itu.
Kami adalah sekumpulan mahasiswa yang jenuh dengan yang namanya dunia kampus.... dosen...tugas...dan jadwal kuliah... kami melampiaskan kebosanan pada ketinggian gunung.
Oke tapi sebelumnya saya perkenalkan dulu personel dari kami yang semuanya mirip personel “ Fantastic Four “ kalau dilihat dari puncak gunung….!!!


Nama: Risal Suba biasa di panggil Suba.
Kampung asal : Palopo rasa Toraja.
Kampus: PNUP kalau singkatnya "Poltek" tidak pake "es"
Rekor Pendakian:
G. Bawakaraeng 2x,
Lembah Ramma 2x,
Pos 7 bawakaraeng ( Tanya sendiri kenapa cuma sampai Pos 7)…hahaha
G. Rinjani Lombok ( Masih dalam mimpi)
Fisik Oke… Badan Oke.. Yang lain juga Oke….!!!!


Nama : Muh.Adhyatma biasa dipanggil Atma
Kampus : Poltek Makassar
Kampung asal: Maros
Rekor Pendakian:
Gunung Bawakaraeng 10x
Gunung Bulusaraung 8x
Gunung Latimojong 9x
Gunung Lompobattang 4x
Pasti banyak yg tidak percaya? tapi itulah hidup bro... tidak ada yg tidak mungkin di dunia ini, semua tergantung yg diatas “Apa yang tidak mungkin di dunia ini bisa saja menjadi mungkin... justru hal yang mungkin malah menjadi tidak mngkin" tergantung dari besarnya usaha dan pengorbanan kita.
Untuk sampai di gunung-gunung tersebut biasanya dia lewat jalur Jl.P. Kemerdekaan kemudian Jl.Urip Somoharjo trus ke Jl. Pettarani kalau lagi tidak macet baru lanjut ke gunung2 di atas…hahaha
Yang benar itu bro…
G. Bawakaraeng 1x, 
Lembah Ramma 1x.
tapi yang saya perhatikan dan alami dia selama mendaki dengan beliau.. beliau yang satu ini  tidak pernah jalan normal kalau pulang selain itu setiap jalur yang sudah dilewati pasti ada bungkus Koyo!!
Mau tau knpa? Jangan di bahas nanti tersinggung…!!!
Sekarang Personel yang terakhir.


Nama : Melki… biasa di panggil Malutu tapi dia sering menyebut namanya ciewank.
Kampus : UKIP Makassar. mahasiswa merangkap Rektor UKIP. haha
Minuman Favorit : Ballo'
Rekor: Kalau dilihat dari penampilan setiap hari tidak ada yang perlu diragukan dan dipertanyakan lagi. semua orang akan yakin dengan melihat penampilannya...  kupluk: Rey, Celana: Rey, Sandal Eiger: Kalung, gelang semua tali prusik, baju KPA lagi bro.. Orang akan menyangka kalau dia ini orang yg sudah banyak makan garam dalam dunia pendakian tapi ternyata itu hanya sebatas cover bro, belum pernah mendaki sama sekali. malu sama penampilan bro...
Saya sedikit tergerak untuk mengurangi rasa malu jadi saya mengajak dia untuk mendaki kali ini.


Dan personel yang sangat terakhir paling ditunggu-tunggu yaitu saya sendiri....
Nama: ada di Profil…
Foto : lihat disamping blog ini.
Rekor: Wah…Wah….ndak usah di sebutkan… ( Bikin Malu2 Keluarga bro..)
Oke Perjalanan di mulai dari Makassar Menuju maros tapi ternyata sering “salah alamat” 
Memasuki perkampungan yang aslinya kampung kita melanjutkan perjalanan sekitar 14 km kalau menurut penduduk setempat tapi kalau jarak sebenarnya mungkin dua kali lipatnya bro sekitar 20 kilo lebih.
Dan akhirx kami tiba juga di rumah pak kades, disini saya kaget bro ternyata ada uang administrasinya, uang parkir, uang titip helm dan yang menjadi MASALAH BESAR kita cuma bawa uang pas2an bro. Jujur bro kami orang yang paling tidak berani bawa uang banyak2 ke gunung... takut basah kalau hujan bro ( tabe bos mulut ta kurang sopan rokok masih beli batangan bicara sudah sombong luar biasa) ha.....ha...ha
habis salaman dengan penungu pos (bukan makluk gaib) disitu kita di suruh isi buku tamu kita basa basi cerita-cerita dengan harapan kita  dipersilahkan makan tapi gak dipersilahkan2 juga- ...( kebiasaan lama kambuh kembali)
Oke lanjut bro keburu malam kalau terlalu banyak basa basi. Kami start dari rumah Pak Desa sekitar jam 2 lewat 60 menit kemudian memulai perjalanan dengan 1 tujuan yaitu 
Puncak Gunung Bulusaraung katanya bisa di tempuh selama 1.5 jam (Kalau Lari Bro )
Sebagai anak pendaki liar ( Ilegal) dalam pendakian seringkali membuat hal-hal yang beda istilahnya antimainstream dengan yang lainnya. kalau pencinta alam lainnya biasa nyasar di hutan kalau kami tidak nyasar di hutan tapi kami nyasar dipematang sawah…hahahaha
Sekarang menuju ke pos 2 (sorry tidak ada pos 1 soalnya terlalu semangat mendaki jadi lupa yang mana pos 1) oke sebelum lanjut ke pos 3 dan pos berikutnya mari kita baca mantra dulu. sekarang kita sampai di pos 9 bro cuma dengan modal "mantra" hahaha
Di pos 9 kami bertemu dengan pendaki lainnya anak kedokteran UMI ada cewek 2 bro (maklum bro cewek itu makluk langkah kalau di gunung) ada juga anak univ 45..dan anak2 lainnya (maksud anak musang dan anak tikus).
Setelah konsultasi  sebentar dengan anak kedokteran UMI mengenai masalah Cinta, Karir dan Kiriman uang yang belum sampai2 dari kampung....hahaha  akhirnya kami memutuskan untuk mendirikan tenda di pos 9. Setelah mendirikan tenda kami mempersiapkan dinner (maksudnya makan malam bro) tapi gak usah dibahas apa makanannya ada telur, mie instan, nasi,ikan kering hasil pancingan kanda bogel (anak Mapala Politani ) .setelah makan malam kami sempatkan cerita2 sambil menghangatkan badan dengan segelas kopi trus lanjut istirahat dan tentunya dengan sarung hitam yang selalu menemani pendakian saya.. Dan akhirnya pagi pun tiba kami mulai melangkahkan kaki menuju puncak skitar 20-30 menit jalan biasa cuma 1 tujuan yaitu foto-foto,  kemudian menikmati suasana pagi di puncak sambil ngopi dan menghisap beberapa batang rokok.

Puncak
lagi konsentrasi menghitung jumlah pohon di depan
Puncak Sebelah

Uji Nyali
Setelah merasakan bagaimana capeknya menjadi seorang model iklan batu gunung akhirnya kami balik ke tenda mempersiapkan makan siang sekaligus sarapan.. dan akhirnya keluarlah bakat masing2 di bidang tata boga… teman saya saudara Atma berhasil dengan telur goreng dicampur mie dengan terigu.... dan sumpah bro saya sangat salut dengan beliau yg selalu konsisten dengan masakannya yang tidak pernah berubah rasanya (asin bos... ) dan Suba dengan telur bakarnya.  dan tak lupa ada sedikit sedekah dari anak univ 45 dan kedokteran berupa spagety, ikan kaleng dan sayur dan kami hanya bisa membalasnya dengan berbagi beberapa batang rokok.
Setelah packing tak lupa kami membersihkan sampah dan sumber air disekitar tempat mendirikan tenda ( ehm...ehm...).

Pos 9: Ngopi
Pos 4. Istirahat
Setelah semua beres kami mulai meninggalkan pos 9 menuju ke pos 8...7..6..5..3..2..(kayaknya pembaca lupa kalau tidak ada pos 4) kalau begitu saya cerita sedikit tentang  pos 4 ini kami beristirahat. dengan perasaan harap harap cemas saya  menarik sebuah bungkusan kecil berwarna coklat tua yang sangat sakral dari dalam saku celana saya.. namanya GUDANG GARAM tapi isinya ROKOK??? kalau dipikir-pikir tidak masuk akal dan mungkin ini salah satu bentuk penipuan di dunia ini tapi kita kembali lagi ke ungkapan "don't judge the book from the cover"... tapi sudahlah masih banyak hal lain yang perlu dipikirkan untuk kemajuan bangsa ini salah satunya ini adalah stok rokok kami tinggal ini bro....buat pos 3..pos 2.. dan pos 1.
sekedar info trak dari pos 4 ke pos 2 lumayan terjal jadi harus hati2 kalau bisa tetap berpegangan pada pohon atau akar yang ada di sekitar supaya tidak jatuh atau terperosok... kalau pohonnya saling berjauhan saya sarankan suruh teman anda untuk memengang 1 pohon dan anda memegang pohon yang lainnya jadi kalian tetap berpegangan pada 2 pohon yang berbeda????hahaha "Just Kidd bro"
Setelah menempuh perjalanan pajang dan melelahkan yang memakan waktu 1 kali pertandingan sepakbola ( 2 x 45 menit ) di tambah ekstra time ( 2 x 15 menit ) gak pake pinalti akhinya kami sampai di rumah pak kades... sambil istrirahat kami cerita2 dengan pendaki lain. Tapi saat itu saya merasa ada yang aneh bro... biasanya kalau 4 orang gagah ( maksudnya kami)  sudah berkumpul sambil cerita..... tempat itu akan terlihat seperti kebakaran karena asap rokok tapi kalau ini tidak ada asap rokok... udaranya segar... bersih.... adem.... ada apa ini????.  Pada saat itu tiba-tiba ada seseorang yang mendekat dan menyodorkan sebuah bungkusan coklat kepada kami  sambil mengucapkan kata "merokok ki' bro" (Ternyata mereka mengerti dengan permasalahan kami)Biasanya kalau ada orang yang menawarkan rokok kepada saya dengan halus saya akan menolaknya. TAPI kalau yang ini bro... sorry situasi dan kondisinya sangat berbeda (dikantong tinggal uang bensin..parkiran..sama titip helm itupun kalau masih cukup) jadi tawaran ini terlalu mustahil untuk saya tolak.
Oh iya sedikit flashback bro... orang yang menyodorkan rokok kepada kami adalah orang yang kehabisan rokok waktu di puncak dan kami berbagi rokok dengan mereka mungkin inilah sebuah nilai plus yang dimiliki oleh seorang pendaki gunung "saling berbagi"
Sampai disini cerita kami...

"Sebenarnya masih banyak hal menarik yang bisa saya tuliskan dalam postingan kali ini tapi berhubung waktu..pikiran... dan tenaga yang terbatas mungkin ada baiknya dilanjutkan di postingan berikutnya.

Tunggu cerita selanjutnya......itupun kalau masih ada.
Salam lestari…!!! Lestari Alam ku Lestari Bumi Ku..!!!
Ditulis Tanggal: 07 Juni 2012
Oleh: M.L.A

Back To HOME
 


2 comments

9 Juni 2012 pukul 20.30

Woi bro...kau bikin tinggi skali imageku! thanks bro!
Tunggu Balasanku 3 page...tentang biografimu!

Reply
18 Oktober 2013 pukul 13.50

asli.. lucuna biografinya

Reply
Posting Komentar
Jadilah blogger yang cerdas, ingat sumber artikel anda.. Diberdayakan oleh Blogger.