• Medina Kamil

    Medina Kamil

    Terombang - ambing di Laut Arafuru dan terdampar di Pulau Tiga selama empat hari, menjadi pengalaman pertama Medina Kamil saat mulai menjadi presenter Jejak Petualang.

  • Gunung Rinjani

    Gunung Rinjani

    Ungkapan "Kalau sudah mendaki Gunung Rinjani, tak perlu lagi naik ke gunung lain," sepertinya memang benar adanya. Di sepanjang perjalanan saja, pendaki sudah dibuat kagum oleh pesona yang mampu memukau semua orang.

  • Galery Foto

    Galery Foto Pendakian Bawakaraeng

    Sebuah kenangan Pendakian Gunung Bawakaraeng Tanggal 28-30 Juli 2011 yang mungkin tidak akan pernah kami lupakan.

  • Video

    Video

    Video Sebuah Cerita dari Puncak Gunung Bawakaraeng.

  • Gunung Bulusaraung

    Gunung Bulusaraung

    Oke langsung to the point aja bro…. Disini saya rasa ndak perlu jelaskan apa itu mendaki???? Apa gunanya mendaki??? Bagaimana rasanya mendaki??? Karena saya hanya berharap suatu saat alam yang akan menjelaskandan menjawab pertanyaan itu..!!!

  • Mengapa Mendaki Gunung

    Mengapa Mendaki Gunung

    mengapa setiap pendaki gunung mau bersusah payah mendaki gunung berjam-jam, membawa bepuluh-puluh kilogram beban di punggung, dan meninggalkan kenyamanan empuknya kasur dengan memilih tidur di tenda.

Tampilkan postingan dengan label Backpacker. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Backpacker. Tampilkan semua postingan

Menikmati Surga Wakatobi Ala Backpacker

0 komentar
Sebutan Surga di Atas dan Surga di Bawah kata Trinity,Naked Traveler ternyata memang real adanya. Banyak orang yang punya mimpi untuk dapat menikmatinya, namun sayangnya jalan yang panjang dan biaya yang tidak sedikit harus ditempuh untuk menuju Wakatobi, Salah satu Kabupaten di Provinsi Sulawesi Tenggara tersebut. So, di sini saya ingin berbagi sedikit pengalaman bagi teman-teman yang mau backpackeran ke Wakatobi.
 
Dari manapun kita, pertama-tama harus menuju Kota Makassar terlebih dahulu kemudian ada beberapa pilihan menuju Wakatobi.
  • Pertama, dari Makassar naik Pesawat menuju kota Kendari, lalu dilanjutkan naik pesawat kecil ke Wanci di Pulau Wangi-Wangi.
  • Kedua, dari Makassar naik pesawat menuju Kota Bau-Bau, lalu dilanjutka dengan naik kapal penumpang menuju Wanci, Keledupa, Tomia atau Binongko. Untuk maskapai yang melayani Rute Makassar-Kendari/Bau-Bau ada Merpati Air, Lion Air dan Express Air. Untuk Merpati dan Lion Air bisa dilihat dan dibeli via Internet sedangkan Express Air tidak ada jalur Onlinenya. Tarif sekali terbang dari Rp. 300.000-700.000 tergantung rezeki waktu membeli..:-)
  •  Ketiga, dari Makassar naik Kapal Laut menuju Bau-Bau baru dilanjutkan ke Pulau-pulau di Wakatobi, untuk jadwal kapal Pelni bisa dilihat di Web Resmi Pelni (www.pelni.co.id), jadwal disini lumayan bisa dipercaya, untuk memastikan jamnya bisa ditelpon call centre yang ada. Sedangkan kapal penumpang menuju pulau Wangi-wangi, Keledupa, Tomia dan Binongko setiap malam pukul 9 dari Bau-bau.
Pastinya bagi backpacker seperti kita lebih memilih opsi yang termurah, dan untuk transportasi antar pulau di WaKaToBi dilayani oleh kapal-kapal penunmpang kecil yang lumayan berasa ketika laut sedang berombak. Sesuai pengalaman saya kemaren dari Bau-Bau ke Wanci tarif Kapalnya Rp. 103.000 kemudian dari Wanci ke Tomia Rp. 80.000 karena saya langsung menuju yang terjauh. Sedangkan antar pulau seperti dari Wanci – Keledupa- Tomia – Binongko antar pulau masing-masing Rp. 50.000.



Itenerary :
Berikut Rancangan Itenerary seperti yang kemaren yang sempat saya jalani ketika ke Wakatobi.
Day 1
Kota Asal – Makassar = Ambil penerbangan pagi
Makassar – Bau-Bau = Naik Merpati Air/Lion Air/Express Air sekitar pukul 11 dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.
Ada waktu beberapa jam di Bau-bau bisa disempatkan jalan ke Air Terjun Tirta Rimba atau Goa Lakasa Atau Pantai Nirwana / Benteng Keraton.
Malam sekitar Pukul 8 menuju pelabuhan, kapal menuju Tomia ada 2 hari sekali, jadi kalau ingin Langsung Menuju Tomia (Rp. 130.000)  atau Keledupa kalau kebetulan tidak ada kapal bisa terlebih dahulu naik kapal ke Wanci (RP. 103.000).

Day 2
Tiba Di Pulau Tomia.
Kapal Langsung Tomia tiba sekitar pukul 9-10. Kalau Naik kapal Wanci sampai pagi pukul 6-7 baru dilanjutkan naik ojek ke pelabuhan Mona dan cari kapal ke  Keledupa (Rp.50.000) atau Tomia (Rp. 80.000).
Bisa dilanjutkan istirahat dulu atau langsung explore daratan Tomia, ke Benteng atau ke Puncak Kahiangan tempat syuting Film Mirror Never Lies.

Day 2
Diving atau Snorkling trip di Tomia. Bagi yang mau Diving bisa menghubungi Pak Ade (081234767854 / 085341300675). Untuk penginapan di Tomia ada Hotel Adijaya ( sekitar 150.000-250.000), atau Homestay bisa minta bantu carikan dengan Pak Ade. 

Day 3
Pukul 8 pagi kapal berangkat ke Pulau Keledupa (Rp.50.000) kurang lebih 3-4 jam, turun di pelabuhan Taaw, Kapalnya tidak merapat di Pelabuhan tapi naik kapal kecil ke pelabuhannya (Rp. 10.000). Kemudian naik ojek ke Pelabuhan Ambeua, tempat penyebrangan ke Pulau Hoga atau bisa langsung menghubungi Pak Jufri (085395303993) dari Hoga untuk menjemput di pelabuhan , sekali berangkat Keledupa-Hoga (Rp. 50.000). Dan sore harinya bisa snorkeling di sekitar dermaga Pulau Hoga.
Day 4
Diving / snorkeling di sekitar pulau Hoga atau sekedar leyeh-leyeh di pantai berpasir Putih. Untuk diving bisa menghubungi dive master Pak Jufri di atas tadi. Sekali diving tarifnya Rp. 350.000 untuk yang sudah punya sertifikat. Sedangkan penginapan di Hoga tidak ada, hanya ada pondokan-pondokan masyarakat yang memang khusus disewakan seperti Bungalow per orang Rp. 50.000. untuk mahal lumayan mahal yaitu Rp. 40.000 sekali makan, jadi biar hemar bisa bawa mie instan atau Roti dari Pulau Utama. Listrik hanya menyala dari pukul 5 sore sampai pukul 11 malam.

 
 
 
Day 5
Kembali ke Keledupa dan bisa lanjut ke Pulau Wanci (Rp. 50.000) atau langsung balik ke Bau-Bau (Rp.100.000) sampai di Bau-bau pukul 8-9 malam.

Day 6
Explore Bau-bau lagi tergantung penerbangan kembali ke Makassar yang biasanya sore hari dan kota Asal masing-masing.


Tips Tambahan:
-          Bergaullah dengan masyarakat,  karena orang Wakatobi baik-baik siapa tau diajak nginap gratis di rumahnya seperti saya kemaren bahkan diajak naik perahu untuk snorkeling dan pastinya Gratis juga cuy..
-          Bawa Losion Anti Nyamuk karena di Pulau Hoga banyak nyamuk kalau musim Hujan. Atau pilih pondokan yang di tepi laut.
-          Bulan 6-8 adalah bulan-bulan datangnya siswa dan mahasiswa dari luar negeri yang penelitian di Pulau Hoga, biasanya semua pondokan sejumlah 143 penuh semua. Jadi usahakan hindari bulan-bulan tersebut atau bisa dihubungi orang di Pulau Hoga untuk memastikan. Jangan lupa untuk memastikan jadwal kapal karena sering berubah-ubah biar tidak ketinggalan. Selamat Mencoba.
 




Read more

Liburan Murah ke Toraja Ala Backpacker.

1 komentar
Tana Toraja yang terletak di Sulawesi Selatan merupakan salah satu destinasi wisata eksotis yang wajib dikunjungi. Keindahan alam dan budaya Toraja begitu memikat wisatawan. Tidak hanya turis lokal, tapi juga turis dari mancanegara. Sayangnya lokasi Toraja yang begitu jauh dari ibukota provinsi membuat banyak orang menganggap traveling ke Toraja membutuhkan banyak waktu dan biaya. Padahal anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Ada banyak cara untuk membuat traveling ke Toraja menjadi murah dan tidak memakan banyak waktu, tapi tetap bisa melihat banyak objek wisata di Toraja. Bagaimana caranya?

1. Manfaatkan Promo Maskapai Penerbangan

Step pertama tentu Anda harus pergi ke Makassar sebagai ibukota Sulawesi Selatan. Ada banyak maskapai yang melayani penerbangan ke Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Sering kali beberapa maskapai memberikan harga promo yang cukup fantastis. Sebagai contoh saya sendiri pergi dari Surabaya ke Makassar mendapatkan tiket promo Citilink hanya dengan harga 79.000 sekali jalan. Otomatis untuk pulang pergi Surabaya-Makassar-Surabaya hanya cukup mengeluarkan uang 158.000 saja.

2. Berangkat Dari Makassar Ke Toraja Pada Malam Hari

Perjalanan darat Makassar-Toraja ditempuh dalam waktu 8-9 jam. Dari Makassar ke Toraja banyak sekali tersedia bus-bus yang siap mengantarkan Anda. Sebut saja Bus Litha, Bintang Prima, Bintang Timur, Batu Tumonga, Charisma, Metro Permai, dan lain-lain. Selain mempunyai keberangkatan pada pagi atau siang hari, bus-bus itu juga mempunyai jadwal keberangkatan pada malam hari. Pada malam hari biasanya bus akan berangkat pukul 8 hingga 10 malam. Tiket bus dari Makassar ke Toraja dengan bus AC rata-rata berharga 100.000 sekali jalan. Sedangkan untuk yang Non AC tarifnya 75.000. Berangkat pada malam hari tentu bukan menjadi masalah jika naik bus Non AC dengan tarif yang lebih murah. Udara tidak akan terasa panas kok. Namun kalau Anda ingin naik bus yang lebih nyaman tentu bus AC bisa menjadi pilihan. Lagipula tarifnya tidak terpaut terlalu jauh kan? Bus-bus ini akan tiba di Toraja (Rantepao) pada pagi hari antara pukul 5-6 pagi. Dari sini Anda sudah siap mengeksplor Toraja! Oh ya, ada baiknya pesan tiket bus 2-3 hari sebelum keberangkatan. Silahkan hubungi kantor perwakilan masing-masing bus untuk melakukan reservasi. Cukup telepon saja untuk memesan, bayarnya nanti saat Anda sudah sampai di Makassar dan akan berangkat ke Toraja.
bus ke toraja





3. Sewa Motor Untuk Keliling Toraja

Bagi Anda yang traveling sendiri atau berdua akan lebih hemat jika Anda menyewa sepeda motor. Harga sewa motor di Toraja memang lebih mahal dibandingkan dengan harga sewa di Bali. Untuk satu hari biasanya penyewa akan mematok harga 80.000. Harga ini juga tergantung dari tipe motornya. Tipe motor matic memiliki harga sewa yang lebih mahal dibandingkan dengan tipe motor semi manual. Ini tergantung pilihan Anda saja, lebih nyaman menggunakan motor yang mana. Perlu diingat, banyak objek wisata di Toraja terletak agak ke dalam, cukup jauh dari jalan raya. Malah di beberapa objek jalannya cukup sulit diakses dengan mobil. So, motor adalah pilihan yang tepat!


4. Sehari Keliling Toraja Cukup Untuk Backpacker

Dalam waktu sehari sebenarnya sudah cukup untuk melihat objek-objek wisata utama di Toraja. Kenapa? Kebanyakan objek-objek di Toraja memiliki karakteristik yang serupa yaitu berupa rumah adat Tongkonan dan kuburan alami. Sebut saja Buntu Pune, Ke’te’ Kesu’, Londa, Tilanga, Lemo, dan Kambira. Bahkan kalau cuaca sedang baik atau Anda datang ke Toraja saat musim kemarau, akan lebih banyak lagi objek yang bisa didatangi. Ini nggak skimming lho, saya rasa berhenti di masing-masing objek selama 1 hingga 2 jam (max) sudah cukup. Bahkan di beberapa objek mampir 30 menit saja sudah lebih dari cukup untuk sekedar melihat-lihat.

Beberapa objek wisata yang bisa anda kunjungi sebagai referensi dari puluhan objek wisata di  Toraja
Buntu Kalando
Tongkonan/rumah tempat Puang Sangalla' (Raja Sangalla') berdiam. Sebagai tempat peristirahatan Puang Sangala' dan juga merupakan Istana tempat mengelola pemerintahan kerajaan Sangalla' pada waktu itu, Tongkonan Buntu Kalando bergelar "tando tananan langi' lantangna Kaero tongkonan layuk". saat ini Tongkonan Buntu Kalando dijadikan Museum Tempat meyimpan benda-benda prasejarah dan peninggalan kerajaan Sangalla'.
Pallawa
Tongkonan Pallawa adalah salah satu tongkonan atau rumah adat yang sangat menarik dan berada di antara pohon-pohon bambu di puncak bukit. Tongkonan tersebut didekorasi dengan sejumlah tanduk kerbau yang ditancapkan di bagian depan rumah adat. Terletak sekitar 12 km ke arah utara dari Rantepao.
Londa
Londa adalah bebatuan curam di sisi makam khas Tana Toraja. Salah satunya terletak di tempat yang tinggi dari bukit dengan gua yang dalam dimana peti-peti mayat diatur sesuai dengan garis keluarga, di satu sisi bukit lainya dibiarkan terbuka menghadap pemandangan hamparan hijau. Terletak sekitar 5 km ke arah selatan dari Rantepao.
Ke’te Kesu
Obyek yang mempesona di desa ini berupa Tongkonan, lumbung padi dan bangunan megalith di sekitarnya. Sekitar 100 meter di belakang perkampungan ini terdapat situs pekuburan tebing dengan kuburan bergantung dan tau-tau dalam bangunan batu yang diberi pagar. Tau-tau ini memperlihatkan penampilan pemiliknya sehari-hari. Perkampungan ini juga dikenal dengan keahlian seni ukir yang dimiliki oleh penduduknya dan sekaligus sebagai tempat yang bagus untuk berbelanja souvenir. Terletak sekitar 4 km dari tenggara Rantepao.
Batu Tumonga
Di kawasan ini anda dapat menemukan sekitar 56 batu menhir dalam satu lingkaran dengan 4 pohon di bagian tengah. Kebanyakan batu menhir memiliki ketinggian sekitar 2–3 meter. Dari tempat ini anda dapat melihat keindahan Rantepao dan lembah sekitarnya. Terletak di daerah Sesean dengan ketinggian 1300 meter dari permukaan laut.

Lo'ko Mata
Tempat ini adalah kuburan  yang di buat dengan cara membuat lobang-lobang pada batu. maknya kuburan ini namax lokomata karena loko mata itu artinya lubang-lubang mata.
Acara Pemakaman & Adu Kerbau " Tedong Silaga"

Kalau anda ke toraja terasa kurang lengkap kalau tidak menyaksikan secara langsung prosesi pemakaman ala toraja. dan pada acara tersebut akan diadakan sebuah agenda yang sangat seru yaitu "Adu Kerbau".



5. Selektif Dalam Memilih Makanan

Harga makanan di Toraja umumnya mahal-mahal. Harga makanan 20.000 merupakan harga standar. Bagi Anda yang muslim bisa memilih warung-warung muslim yang banyak terdapat di Rantepao. Biasanya harga makanan di warung-warung ini berkisar antara 10.000-25.000. Untuk menu makan, sesuaikan saja dengan selera Anda.

6. Tidak Perlu Menginap, Langsung Kembali Ke Makassar

Setelah Anda keliling Toraja melihat aneka Tongkonan dan kuburan alami serta menikmati keindahan Toraja, saat malam Anda tidak perlu menginap. Anda langsung saja kembali ke Makassar. Sama seperti saat berangkat, banyak sekali bus-bus yang bisa mengantar Anda kembali dari Toraja (Rantepao) ke Makassar. Bus-bus ini juga akan berangkat antara pukul 8 hingga 10 malam. Tarif busnya tentu saja akan sama dengan saat Anda berangkat. Ada baiknya pesan tiketnya terlebih dahulu ya untuk mengantisipasi agar tidak kehabisan. Bus ini akan tiba di Makassar antara pukul 5 hingga 6 pagi. Sesampainya di Makassar terserah Anda, apakah mau langsung kembali ke kota Anda atau mau jalan-jalan dulu keliling Makassar. Jika Anda ingin langsung kembali ke kota Anda dengan pesawat, bus-bus ini bersedia kok mengantarkan Anda masuk ke Bandara Sultan Hasanuddin Makassar tanpa biaya tambahan.

Dengan menggunakan cara di atas menurut saya bisa menghemat pengeluaran yang cukup signifikan tapi tetap bisa melihat Toraja dari dekat. Selain itu juga tidak dibutuhkan waktu yang terlalu lama. Anda bisa berangkat dari rumah hari Jumat siang, hari Minggu sudah bisa ada di rumah lagi, dan Senin sudah bisa beraktifitas seperti biasa. Ya efek dari perjalanan seperti ini memang agak sedikit melelahkan karena selama dua malam tidur di bus.
Tapi kalau anda tidak terburu2 dan masih ingin merasakan suasana Toraja dan mengunjungi objek wisata lain anda tidak perlu kawatir anda bisa menginap di Guest House / Wisma yang banyak di temukan di Rantepao dan Makale tarifnya sangat  murah dibandingkan dengan hotel-hotel di Toraja. Tarifnya mulai dari 50.000 untuk single room kalau untuk 2 orang mulai dari 80.000..Muraahhh bukan??? tapi itu tarif untuk hari biasa tapi kalau bulan Desember harganya naik 2xlipat pada bulan itu semua hotel wisma dan sejenisnya sudah full..!!!



Biaya akomodasi:

  • Tiket pesawat ke Makassar PP (harga bisa berubah-ubah)
  • Airport tax 40.000 x 2 = 80.000
  • Bus Makassar-Toraja PP 260.000 (Air Suspension) atau 200.000 (Non AC)
  • Sewa motor sehari 80.000
  • Makan & jajan di Toraja 50.000
  • Tiket masuk objek-objek wisata 50.000 (aslinya nggak sampai segini)
  • Lain-lain 50.000

Nomor-nomor telepon penting:
  • Bus Litha Makassar 0411-442263 (Jalan Urip Sumoharjo KM 7, Makassar)
  • Bus Bintang Prima 0411-4772888 (Jalan Perintis Kemerdekaan Ruko Tello No. 22)
  • Bus Litha Rantepao 0423-21204
  • Bus Bintang Prima Rantepao 0423-21142
  • Sewa motor Lebonna 0423-23520 (Jalan Monginsidi 102 Rantepao)

Beberapa maskapai penerbangan yang terbang ke Makassar:
Sumber: viva.co.id


Read more
Jadilah blogger yang cerdas, ingat sumber artikel anda.. Diberdayakan oleh Blogger.