• Medina Kamil

    Medina Kamil

    Terombang - ambing di Laut Arafuru dan terdampar di Pulau Tiga selama empat hari, menjadi pengalaman pertama Medina Kamil saat mulai menjadi presenter Jejak Petualang.

  • Gunung Rinjani

    Gunung Rinjani

    Ungkapan "Kalau sudah mendaki Gunung Rinjani, tak perlu lagi naik ke gunung lain," sepertinya memang benar adanya. Di sepanjang perjalanan saja, pendaki sudah dibuat kagum oleh pesona yang mampu memukau semua orang.

  • Galery Foto

    Galery Foto Pendakian Bawakaraeng

    Sebuah kenangan Pendakian Gunung Bawakaraeng Tanggal 28-30 Juli 2011 yang mungkin tidak akan pernah kami lupakan.

  • Video

    Video

    Video Sebuah Cerita dari Puncak Gunung Bawakaraeng.

  • Gunung Bulusaraung

    Gunung Bulusaraung

    Oke langsung to the point aja bro…. Disini saya rasa ndak perlu jelaskan apa itu mendaki???? Apa gunanya mendaki??? Bagaimana rasanya mendaki??? Karena saya hanya berharap suatu saat alam yang akan menjelaskandan menjawab pertanyaan itu..!!!

  • Mengapa Mendaki Gunung

    Mengapa Mendaki Gunung

    mengapa setiap pendaki gunung mau bersusah payah mendaki gunung berjam-jam, membawa bepuluh-puluh kilogram beban di punggung, dan meninggalkan kenyamanan empuknya kasur dengan memilih tidur di tenda.

Medina Kamil Si Pecandu Ketinggian Anti Jera

0 komentar
Terombang - ambing di Laut Arafuru dan terdampar di Pulau Tiga selama empat hari, menjadi pengalaman pertama Medina Kamil saat mulai menjadi presenter Jejak Petualang. Mungkin hal ini bisa membuat nyali siapa pun ciut. Namun, tidak begitu baginya, justru semakin merasa tertantang menyelusuri keindahan alam Indonesia.

Pengalaman sebagai presenter teve di Jejak Petualang, membuat saya  menjadi pecinta alam Indonesia sejati. Kalau ditanyakan seperti apa keindahan alam Indonesia? Spontan saya menjawab, Indonesia merupakan surganya keindahan alam. Tidak ada bandingannya.

Tempat favorit saya  adalah Papua. Belum ada yang bisa mengalahkan keindahan alam Papua. Apalagi di sana benar - benar belum terjamah banyak tangan. Hutan - hutan yang masih perawan, serta lautnya juga masih bagus.

Kalau untuk daerah eksplorasi, saya lebih suka ke daerah pantai dibanding ke gunung atau tebing. Di pantai itu banyak keindahan bawah laut yang bisa kita lihat. Ada terumbu karangdan biota laut.  Apalagi saya suka banget snorkeling dan diving. Jadi pantai adalah kesukaan pertama saya kalau jalan - jalan. Saya suka Raja AmpatWakatobi, Kepulauan Togian dan lainnya. Tapi kalau mau pergi ke pantai yang tidak terlalu jauh, pantai - pantai di Kepulauan Seribu juga masih banyak yang bagus dan bersih. 

Kalau ditanya soal suka duka menjadi presenter traveling. Saya sih lebih banyak sukanya, karena jalan - jalan gratis. Tetapi kadang - kadang juga ada dukanya. Dukanya itu kalau lagi ke suatu tempat yang bagus, tapi waktu shooting nya cuma sebentar. Jadinya tidak bisa santai dan liburan sejenak.

Apalagi kalau kebetulan bertemu penduduk yang tidak bisa diajak kerja sama.  Mau marah tidak bisa, kalau didiamin kok jadi  gondok. Ya yang kayak gitu deh yang bikin jadi bad mood. Apalagi kalau pergi ke suatu tempat terlalu lama, padahal tidak begitu banyak yang harus dikerjakan disana, kadang - kadang bosan juga.


Untuk urusan pasangan, saya memang tidak terlalu pilih - pilih banget. Yang penting pasangan saya harus pengertian. Dalam arti mengerti kesibukan dan pekerjaan saya. Saya paling nggak suka kalau lagi kerja selama berminggu - minggu terus ditanyain kenapa nggak pulang  atau telepon. Wah kalau seperti itu  bukan tipe saya deh. Untungnya pasangan saya sekarang, orangnya pengertian dan suka juga jalan - jalan seperti saya.

Sumber.www.belantaraindonesia.org


Read more

Gunung Pangrango di Jawa Barat Merupakan Gunung Favorit Soe Hok Gie

0 komentar

Gunung Gede dari puncak Pangrango.jpg

Gunung Pangrango di Jawa Barat bisa dibilang sebagai gunung favorit Soe Hok Gie. Sebab, di sanalah dirinya membuat banyak puisi. Mendaki gunung ini sambil melewati Lembah Mandalawangi, seolah menelusuri napak tilas Gie.

Bicara tentang keindahan, Gunung Gede (2.958 mdpl) lebih menarik ketimbang Gunung Pangrango (3.019 mdpl). Dari Gunung Gede ada banyak spot yang dilihat. Pemandangan Kota Bogor di ketinggian, kawah bekas letusan serta dataran seluas 50 hektar yang dipenuhi bunga abadi edelweiss di alun-alun Surya Kencana.

Namun, pesona Soe Hok Gie membuat Pangrango menjadi gunung yang paling rajin didaki. Puisi-puisi Gie tentang Mandalawangi menciptakan romantisme buat para perempuan dan semacam panutan bagi pendaki pria yang mereka ingin menjadi seperti Gie.

Pangrango menjadi legenda hidup, tempat favoritnya 'sang demonstran', seseorang yang memilih untuk tersingkirkan ketimbang takluk pada kemunafikan. Mendaki Pangrango menjadi semacam napak tilas bagi penggemar Gie untuk melakoni apa yang dilakukan idolanya dulu.

Setidaknya itulah yang saya amati ketika mendaki Pangrango pertengahan April lalu. Wajah-wajah berhias semangat mengisi warung-warung yang ada di seputaran Cibodas. Berjaket tebal dengan carrier tergantung di pundak plus matras yang digulung tersampir di pinggir carrier.

Gaya para pendaki ini luar biasa ciamik. Tidak kalah dengan para pendaki profesional yang sering kita lihat di televisi. Euforia film '5 Cm' telah menaikkan level gunung menjadi beberapa tingkat lebih keren dibanding sebelumnya.

Saya sendiri, bergabung dengan para pendaki ini bukan karena ingin menjadikan puncak sebagai display picture untuk smartphone atau menghiasi laman jejaring sosial. Lebih kepada magnet Gie yang sangat memuja Mandalawangi dan Pangrango. Sehingga timbul rasa penasaran, seberapa luar biasa Mandalawangi dan Pangrango?

Apa benar kabut tipis itu turun pelan-pelan di Mandalawangi? Seberapa suram hutan di Mandalawangi sehingga puisinya Gie begitu muram? Sebegitu cantiknyakah, matahari yang mucul di Pangrango?

Pertanyaan-pertanyaan ini mengikuti saya di sepanjang pendakian. Membuat saya ingin segera menjejakkan kaki di sana dan membuktikan apa-apa yang dituliskan Gie pada puisinya. Namun, perjalanan ke menuju Pangrango bukanlah perjalanan yang gampang.

Butuh sekitar tujuh jam untuk mencapai Pos Kandang Badak, pos tempat para pendaki biasa berkemah sebelum melanjutkan perjalanan ke puncak. Dan dalam kurun waktu tujuh jam itu, jalan yang dilewati berundak-undak, mendaki, halangan batang pohon tumbang, sungai panas dari sumber Kawah Gunung Gede dan lain-lain.

Dari Pos Kandang Badak menuju puncak Pangrango lebih sadis lagi. Jalannya menanjak, dengan halangan batang-batang pohon tumbang dan tanah yang lembek. Butuh waktu lebih kurang empat jam untuk sampai ke atas

Sebenarnya kalau dibanding-bandingkan, jalur Cibodas jauh lebih gampang ketimbang jalur yang lain. Ibarat pepatah mengatakan, 'banyak jalan menuju Roma' sama halnya juga, 'banyak jalan menuju Pangrango'.

Masih ada sekira 15-20 jalur lain menuju Pangrango. Namun ada tiga yang umum, biasa dilewati yaitu Cibodas, Gunung Putri (arah Cianjur) dan Selabintana (Sukabumi). Ada juga jalur Geger Bentang yang sering digunakan untuk latihan tim SAR.

Jalur Cibodas adalah yang cukup ramah, apalagi buat pendaki pemula. Anda bisa berhenti beberapa kali, menenggak air mineral, mengulum cokelat, mencecap gula Jawa dilakukan untuk untuk menambah tenaga.

Selain lelah, ada kekhawatiran kalau saya dan teman-teman tidak sampai sesuai dengan waktu yang ditentukan. Sebabnya kami sudah menghitung-hitung waktu, mesti tiba pukul sekian supaya sempat melihat sunrise. benar saja, kami terlambat dan tak bisa menyaksikan sunrise. Meski begitu, penyesalan tersebut memudar karena konsentrasi terfokus untuk melewati jalan terjal.

Saya dan teman-teman secara tidak sadar mulai menikmati perjalanan ini. Menikmati rasa lelah, kaki yang sakit, betis yang kram, keringat yang lengket, tanah yang mengotori kaos dan celana. Membuat saya berpikir, rasa lelah membuat kita sempat menikmati alam sebenar-sebenarnya. Jika hanya sunrise dan puncak saja yang menjadi tujuan kita mendaki gunung, betapa banyaknya hal-hal kecil yang kita lewatkan.

Tak terasa, saya dan teman-teman sampai di 3.019 mdpl. Sebenarnya di pertengahan 3.019 mdpl, aroma puncak sudah mulai terasa. Pohon-pohon, mulai kelihatan ujungnya dan tidak lagi menjadi atap hutan, langit menggantikan tempatnya.

Gunung Gede mulai terlihat, bentuknya yang melebar mirip perempuan bertubuh bongsor. Sangat berbeda dengan Pangrango yang ramping dan proporsional. Puncak Pangrango tidak begitu luas, mungkin hanya muat 3-4 tenda. Dari atas yang terlihat hanyalah Gunung Gede dan arakan awan putih dengan latar langit biru.

Untuk sampai ke lembah cintanya Gie, kita harus turun lagi sekira 2 jam. Hamparan pucuk-pucuk edelweiss yang hampir mekar memenuhi padang yang tak begitu luas itu. Segaris sungai membelah antara padang yang satu dengan padang yang lain.

Sebelumnya, saya sempat mereka-reka, bagaimana reaksi saya ketika sampai di atas. Ternyata, euforia Pangrango dan Mandalawangi hanya membara di bawah kaki gunung saja.

Sesuatu yang begitu kita inginkan menjadi hal yang tidak lagi istimewa ketika kita berhasil mendapatkannya. Mungkin benar yang dikatakan filsuf Slavoj Zizek: We don’t really want what we think we desire.

Seorang teman yang sudah mendaki hampir seluruh gunung di Jawa mengatakan itulah yang disebut dengan obsesi. Terkadang obsesi begitu membutakan sampai-sampai kita hanya terpaku pada tujuan dan mengabaikan proses.

Kita bukan pemburu sunrise, penakluk gunung atau ingin menjadi sama seperti Gie. Kita cuma penikmat alam yang mendaki gunung… Yah..., cuma untuk menikmati alam..

Foto.


Kuncup edelweiss.jpg  Lembah Mandalawangi.jpg  Puncak Pangrango.jpg

Sumber. detik.com


Read more

Pendaki Gunung yang Terperosok

2 komentar

Ada 2 orang pendaki gunung lagi melakukan perjalanan, melewati hutan belantara, jurang yang terjal dan dalam, tapi tiba-tiba salah seorang dari mereka terpeleset dan jatuh terperosok kedalam jurang yang dalam...lebih kurang 15 meter, temannya yang diatas panik banget..


Pendaki 1 : "Woi...gimana keadaan kamu..??"
Pendaki 2 : "Gw baek aja,cm keliatannya ada yg patah nih...gw ga bs keatas.."
Pendaki 1 : "Ya udah gw turunin tali ya ..."
Pendaki 2 : "Ok coy...tapi ga bisa tangan gw patah..."
Pendaki 1 : "Ya udah ikatin aja di pinggang lo..."
Pendaki 2 : "Ga bisa pinggang gw juga patah..."
Pendaki 1 : "Dikaki lo aja, biar gw tarik ke atas..."
Pendaki 2 : "Juga ga bisa men!kaki gw juga patah..."





Pendaki 1 jadi bingung,ga tau harus gimana lagi..akhirnya dia dapat ide...

Pendaki 1 : "Gigi lo gak patah kan?"
Pendaki 2 : "Apa maksud elo...?"
Pendaki 1 : "Ya udah sekarang lo gigit talinya en biar gw tarik lo keatas..."
Pendaki 2 : "Terserah lo deh..."

Akhirnya ditariklah pendaki 2 dari jurang walaupun agak sedikit susah, (emang susah, tali digigit en ditarik...) ketinggian 2 meter msh aman...5 meter aman... 8 meter aman...

Pada ketinggian 14 meter pendaki 1 bertanya
Pendaki 1 : "Gimana keadaan kamu..."
Pendaki 2 : "Aman...$@#%$^&%&*^*(&%$#@#(^$$" (jatuh lagi)


Read more

PENDAKIAN GUNUNG BULUSARAUNG

2 komentar
Ehm....Ehm....Kali ini saya akan menceritakan sedikit tentang perjalanan kami mendaki Gunung Bulusaraung.
Disini saya rasa ndak perlu jelaskan apa itu mendaki?
Apa gunanya mendaki?
Bagaimana rasanya mendaki?
Karena saya tidak tahu...... mungkin kalian bisa bertanya sama om gugel ....
saya berharap  suatu saat alam yang akan menjelaskan dan menjawab pertanyaan itu.
Kami adalah sekumpulan mahasiswa yang jenuh dengan yang namanya dunia kampus.... dosen...tugas...dan jadwal kuliah... kami melampiaskan kebosanan pada ketinggian gunung.
Oke tapi sebelumnya saya perkenalkan dulu personel dari kami yang semuanya mirip personel “ Fantastic Four “ kalau dilihat dari puncak gunung….!!!


Nama: Risal Suba biasa di panggil Suba.
Kampung asal : Palopo rasa Toraja.
Kampus: PNUP kalau singkatnya "Poltek" tidak pake "es"
Rekor Pendakian:
G. Bawakaraeng 2x,
Lembah Ramma 2x,
Pos 7 bawakaraeng ( Tanya sendiri kenapa cuma sampai Pos 7)…hahaha
G. Rinjani Lombok ( Masih dalam mimpi)
Fisik Oke… Badan Oke.. Yang lain juga Oke….!!!!


Nama : Muh.Adhyatma biasa dipanggil Atma
Kampus : Poltek Makassar
Kampung asal: Maros
Rekor Pendakian:
Gunung Bawakaraeng 10x
Gunung Bulusaraung 8x
Gunung Latimojong 9x
Gunung Lompobattang 4x
Pasti banyak yg tidak percaya? tapi itulah hidup bro... tidak ada yg tidak mungkin di dunia ini, semua tergantung yg diatas “Apa yang tidak mungkin di dunia ini bisa saja menjadi mungkin... justru hal yang mungkin malah menjadi tidak mngkin" tergantung dari besarnya usaha dan pengorbanan kita.
Untuk sampai di gunung-gunung tersebut biasanya dia lewat jalur Jl.P. Kemerdekaan kemudian Jl.Urip Somoharjo trus ke Jl. Pettarani kalau lagi tidak macet baru lanjut ke gunung2 di atas…hahaha
Yang benar itu bro…
G. Bawakaraeng 1x, 
Lembah Ramma 1x.
tapi yang saya perhatikan dan alami dia selama mendaki dengan beliau.. beliau yang satu ini  tidak pernah jalan normal kalau pulang selain itu setiap jalur yang sudah dilewati pasti ada bungkus Koyo!!
Mau tau knpa? Jangan di bahas nanti tersinggung…!!!
Sekarang Personel yang terakhir.


Nama : Melki… biasa di panggil Malutu tapi dia sering menyebut namanya ciewank.
Kampus : UKIP Makassar. mahasiswa merangkap Rektor UKIP. haha
Minuman Favorit : Ballo'
Rekor: Kalau dilihat dari penampilan setiap hari tidak ada yang perlu diragukan dan dipertanyakan lagi. semua orang akan yakin dengan melihat penampilannya...  kupluk: Rey, Celana: Rey, Sandal Eiger: Kalung, gelang semua tali prusik, baju KPA lagi bro.. Orang akan menyangka kalau dia ini orang yg sudah banyak makan garam dalam dunia pendakian tapi ternyata itu hanya sebatas cover bro, belum pernah mendaki sama sekali. malu sama penampilan bro...
Saya sedikit tergerak untuk mengurangi rasa malu jadi saya mengajak dia untuk mendaki kali ini.


Dan personel yang sangat terakhir paling ditunggu-tunggu yaitu saya sendiri....
Nama: ada di Profil…
Foto : lihat disamping blog ini.
Rekor: Wah…Wah….ndak usah di sebutkan… ( Bikin Malu2 Keluarga bro..)
Oke Perjalanan di mulai dari Makassar Menuju maros tapi ternyata sering “salah alamat” 
Memasuki perkampungan yang aslinya kampung kita melanjutkan perjalanan sekitar 14 km kalau menurut penduduk setempat tapi kalau jarak sebenarnya mungkin dua kali lipatnya bro sekitar 20 kilo lebih.
Dan akhirx kami tiba juga di rumah pak kades, disini saya kaget bro ternyata ada uang administrasinya, uang parkir, uang titip helm dan yang menjadi MASALAH BESAR kita cuma bawa uang pas2an bro. Jujur bro kami orang yang paling tidak berani bawa uang banyak2 ke gunung... takut basah kalau hujan bro ( tabe bos mulut ta kurang sopan rokok masih beli batangan bicara sudah sombong luar biasa) ha.....ha...ha
habis salaman dengan penungu pos (bukan makluk gaib) disitu kita di suruh isi buku tamu kita basa basi cerita-cerita dengan harapan kita  dipersilahkan makan tapi gak dipersilahkan2 juga- ...( kebiasaan lama kambuh kembali)
Oke lanjut bro keburu malam kalau terlalu banyak basa basi. Kami start dari rumah Pak Desa sekitar jam 2 lewat 60 menit kemudian memulai perjalanan dengan 1 tujuan yaitu 
Puncak Gunung Bulusaraung katanya bisa di tempuh selama 1.5 jam (Kalau Lari Bro )
Sebagai anak pendaki liar ( Ilegal) dalam pendakian seringkali membuat hal-hal yang beda istilahnya antimainstream dengan yang lainnya. kalau pencinta alam lainnya biasa nyasar di hutan kalau kami tidak nyasar di hutan tapi kami nyasar dipematang sawah…hahahaha
Sekarang menuju ke pos 2 (sorry tidak ada pos 1 soalnya terlalu semangat mendaki jadi lupa yang mana pos 1) oke sebelum lanjut ke pos 3 dan pos berikutnya mari kita baca mantra dulu. sekarang kita sampai di pos 9 bro cuma dengan modal "mantra" hahaha
Di pos 9 kami bertemu dengan pendaki lainnya anak kedokteran UMI ada cewek 2 bro (maklum bro cewek itu makluk langkah kalau di gunung) ada juga anak univ 45..dan anak2 lainnya (maksud anak musang dan anak tikus).
Setelah konsultasi  sebentar dengan anak kedokteran UMI mengenai masalah Cinta, Karir dan Kiriman uang yang belum sampai2 dari kampung....hahaha  akhirnya kami memutuskan untuk mendirikan tenda di pos 9. Setelah mendirikan tenda kami mempersiapkan dinner (maksudnya makan malam bro) tapi gak usah dibahas apa makanannya ada telur, mie instan, nasi,ikan kering hasil pancingan kanda bogel (anak Mapala Politani ) .setelah makan malam kami sempatkan cerita2 sambil menghangatkan badan dengan segelas kopi trus lanjut istirahat dan tentunya dengan sarung hitam yang selalu menemani pendakian saya.. Dan akhirnya pagi pun tiba kami mulai melangkahkan kaki menuju puncak skitar 20-30 menit jalan biasa cuma 1 tujuan yaitu foto-foto,  kemudian menikmati suasana pagi di puncak sambil ngopi dan menghisap beberapa batang rokok.

Puncak
lagi konsentrasi menghitung jumlah pohon di depan
Puncak Sebelah

Uji Nyali
Setelah merasakan bagaimana capeknya menjadi seorang model iklan batu gunung akhirnya kami balik ke tenda mempersiapkan makan siang sekaligus sarapan.. dan akhirnya keluarlah bakat masing2 di bidang tata boga… teman saya saudara Atma berhasil dengan telur goreng dicampur mie dengan terigu.... dan sumpah bro saya sangat salut dengan beliau yg selalu konsisten dengan masakannya yang tidak pernah berubah rasanya (asin bos... ) dan Suba dengan telur bakarnya.  dan tak lupa ada sedikit sedekah dari anak univ 45 dan kedokteran berupa spagety, ikan kaleng dan sayur dan kami hanya bisa membalasnya dengan berbagi beberapa batang rokok.
Setelah packing tak lupa kami membersihkan sampah dan sumber air disekitar tempat mendirikan tenda ( ehm...ehm...).

Pos 9: Ngopi
Pos 4. Istirahat
Setelah semua beres kami mulai meninggalkan pos 9 menuju ke pos 8...7..6..5..3..2..(kayaknya pembaca lupa kalau tidak ada pos 4) kalau begitu saya cerita sedikit tentang  pos 4 ini kami beristirahat. dengan perasaan harap harap cemas saya  menarik sebuah bungkusan kecil berwarna coklat tua yang sangat sakral dari dalam saku celana saya.. namanya GUDANG GARAM tapi isinya ROKOK??? kalau dipikir-pikir tidak masuk akal dan mungkin ini salah satu bentuk penipuan di dunia ini tapi kita kembali lagi ke ungkapan "don't judge the book from the cover"... tapi sudahlah masih banyak hal lain yang perlu dipikirkan untuk kemajuan bangsa ini salah satunya ini adalah stok rokok kami tinggal ini bro....buat pos 3..pos 2.. dan pos 1.
sekedar info trak dari pos 4 ke pos 2 lumayan terjal jadi harus hati2 kalau bisa tetap berpegangan pada pohon atau akar yang ada di sekitar supaya tidak jatuh atau terperosok... kalau pohonnya saling berjauhan saya sarankan suruh teman anda untuk memengang 1 pohon dan anda memegang pohon yang lainnya jadi kalian tetap berpegangan pada 2 pohon yang berbeda????hahaha "Just Kidd bro"
Setelah menempuh perjalanan pajang dan melelahkan yang memakan waktu 1 kali pertandingan sepakbola ( 2 x 45 menit ) di tambah ekstra time ( 2 x 15 menit ) gak pake pinalti akhinya kami sampai di rumah pak kades... sambil istrirahat kami cerita2 dengan pendaki lain. Tapi saat itu saya merasa ada yang aneh bro... biasanya kalau 4 orang gagah ( maksudnya kami)  sudah berkumpul sambil cerita..... tempat itu akan terlihat seperti kebakaran karena asap rokok tapi kalau ini tidak ada asap rokok... udaranya segar... bersih.... adem.... ada apa ini????.  Pada saat itu tiba-tiba ada seseorang yang mendekat dan menyodorkan sebuah bungkusan coklat kepada kami  sambil mengucapkan kata "merokok ki' bro" (Ternyata mereka mengerti dengan permasalahan kami)Biasanya kalau ada orang yang menawarkan rokok kepada saya dengan halus saya akan menolaknya. TAPI kalau yang ini bro... sorry situasi dan kondisinya sangat berbeda (dikantong tinggal uang bensin..parkiran..sama titip helm itupun kalau masih cukup) jadi tawaran ini terlalu mustahil untuk saya tolak.
Oh iya sedikit flashback bro... orang yang menyodorkan rokok kepada kami adalah orang yang kehabisan rokok waktu di puncak dan kami berbagi rokok dengan mereka mungkin inilah sebuah nilai plus yang dimiliki oleh seorang pendaki gunung "saling berbagi"
Sampai disini cerita kami...

"Sebenarnya masih banyak hal menarik yang bisa saya tuliskan dalam postingan kali ini tapi berhubung waktu..pikiran... dan tenaga yang terbatas mungkin ada baiknya dilanjutkan di postingan berikutnya.

Tunggu cerita selanjutnya......itupun kalau masih ada.
Salam lestari…!!! Lestari Alam ku Lestari Bumi Ku..!!!
Ditulis Tanggal: 07 Juni 2012
Oleh: M.L.A

Back To HOME
 


Read more

Sebuah Cerita dari Puncak Gunung Bawakaraeng

0 komentar


Read more

Tips Tips Mendaki Gunung

2 komentar
Bagi sebagian orang, mendaki gunung adalah kegiatan yang tidak berguna. Selain kedinginan dan kelelahan, risiko yang bakal dihadapi juga cukup besar. Banyak cerita para pendaki gunung yang tewas karena berbagai hal. Di antaranya jatuh ke jurang dan mati kedinginan.
Namun, bagi para petualang mendaki gunung menjadi aktivitas yang sangat menyenangkan. Di sini, mereka bisa berjalan menusuri rimba, melewati jurang yang terjal, dan mendaki bukit. Dengan aktivitas ini pemandangan alam yang tergelar di jagad raya bisa dinikmati dengan puas.
Sebelum melakukan pendakian sejumlah persiapan dilakukan dengan sebaik-baiknya. Perbekalan, perlengkapan, dan yang penting badan yang sehat.
Dan, untuk mendapatkan perlengkapan pendakian saat ini banyak toko yang khusus menjual itu. Tinggal pilih sesuai dompet, mau merek lokal atau asing.
Ada tas punggung besar (carril), kantong tidur (sleeping bag), topi gunung, dan sandal gunung.
Persiapan PendakianBagi para petualang, mendaki gunung adalah kegiatan yang sangat menyenangkan. Bagaimana tidak, dengan melakukan kegiatan ini, maka seseorang bisa menyaksikan keindahan alam yang luar biasa di puncak gunung. Belum lagi dengan pemandangan yang bisa ditemui di sepanjang jalur pendakian.
Namun mendaki gunung tetap memerlukan persiapan khusus, baik teknis maupun fisik. Sebab jika tidak, maka bisa jadi mendaki gunung akan menjadi kegiatan yang sangat tidak menyenangkan.Bahkan lebih dari itu, tanpa persiapan khusus, seorang pendaki bisa mengalami celaka.
Persiapan umum yang harus dimiliki seorang pendaki sebelum mulai naik gunung antara lain:
1. Membawa alat navigasi berupa peta lokasi pendakian, peta, altimeter (Alat pengukur ketinggian suatu tempat dari permukaan laut), atau kompas. Untuk itu, seorang pendaki harus paham bagaimana membaca peta dan melakukan orientasi. Jangan sekali-sekali mendaki bila dalam rombongan tidak ada yang berpengalaman mendaki dan berpengetahuan mendalam tentang navigasi.
2. Pastikan kondisi tubuh sehat dan kuat. Berolahragalah seperti lari atau berenang secara rutin sebelum mendaki.
3. Bawalah peralatan pendakian yang sesuai. Misalnya jaket anti air atau ponco, pisahkan pakaian untuk berkemah yang selalu harus kering dengan baju perjalanan, sepatu karet atau boot (jangan bersendal), senter dan baterai secukupnya, tenda, kantung tidur, matras.
4. Hitunglah lama perjalanan untuk menyesuaikan kebutuhan logistik. Berapa banyak harus membawa beras, bahan bakar, lauk pauk, dan piring serta gelas. Bawalah wadah air yang harus selalu terisi sepanjang perjalanan.
5. Bawalah peralatan medis, seperti obat merah, perban, dan obat-obat khusus bagi penderita penyakit tertentu.
6. Jangan malu untuk belajar dan berdiskusi dengan kelompok pencinta alam yang kini telah tersebar di sekolah menengah atau universitas-universitas.
7. Ukurlah kemampuan diri. Bila tidak sanggup meneruskan perjalanan, jangan ragu untuk kembali pulang.

Kesiapan Mental
Mental amat berpengaruh, karena jika mentalnya sedang fit, maka fisik pun akan fit, tetapi bisa saja terjadi sebaliknya. Untuk mengetahui keadaan mental seseorang dalam kondisi fit atau tidak memang tidak mudah. Tentunya yang lebih memahami keadaan mental ini adalah diri kita sendiri. Kesiapan mental secara pribadi akan sangat berpengaruh pada kondisi tim. Jika kesiapan mental tidak dalam kondisi fit alangkah baiknya jika tidak memaksakan diri.
Kesiapan Fisik
Beberapa latihan fisik yang perlu kita lakukan, misalnya : Stretching /perenggangan (sebelum dan sesudah melakukan aktifitas olahraga, lakukanlah perenggangan, agar tubuh kita dapat terlatih kelenturannya). Jogging (lari pelan-pelan) Lama waktu dan jarak sesuai dengan kemampuan kita, tetapi waktu, jarak dan kecepatan selalu kita tambah dari waktu sebelumnya. Latihan lainnya bisa saja sit-up, push-up dan pull-up Lakukan sesuai kemampuan kita dan tambahlah porsinya melebihi porsi sebelumnya.
Beberapa perlengkapan atau bekal yang harus dibawa saat mendaki gunung adalah :* Carriel atau tas besar untuk menampung seluruh perbekalan dan peralatan yang dibutuhkan
* Matras. Fungsinya adalah untuk alas duduk saat beristirahat sejenak.Matras juga bisa digunakan untuk pelapis di dalam carriel agar terlihat lebih rapi.
* Jas hujan. Alat ini sangat diperlukan terutama untuk mengantisipasi jika turun hujan saat pendakian. Sebab seringkali cuaca di gunung kurang bersahabat dan turun hujan yang cukup lebat.
* Tenda.Alat ini digunakan ketika para pendaki hendak beristirahat dalam waktu yang cukup lama. Tenda juga bisa melindungi para pendaki saat terjadi hujan atau angin kencang.
* Kantung tidur atau Sleeping bag.Alat ini berfungsi untuk menyelimuti saat tidur di gunung.Selain itu juga bisa digunakan sebagai alas tidur.
* Alat penerangan, seperti senter, lilin, batere cadangan, lampu badai. Dengan adanya alat penerangan yang memadai, maka kegiatan mendaki di malam hari bisa berjalan dengan lancar.
* Topi, sarung tangan, kaos kaki tebal, sepatu khusus. Sepatu khusus ini diperlukan karena medan di pegunungan beda dengan medan di daerah yang datar sehingga memerlukan sepatu yang khusus.
* Pakaian hangat seperti jaket, kaus lengan panjang dan celana panjang kasual dengan bahan yang kuat dan nyaman pakai.
* Alat-alat P3K, suplemen makanan, makanan instan/kalengan, dan minuman mineral. Ketersediaan makanan yang cukup akan mampu memberikan energi yang cukup pula saat mendaki.
* Golok tebas, pisau lipat, dan teropong. Yang tidak kalah pentingnya adalah alat perekam (kamera atau handycam) untuk mendokumentasikan kegiatan selama pendakian

Kesiapan Administrasi
Mempersiapkan seluruh prosedur yang dibutuhkan untuk perijinan memasuki kawasan yang akan dituju.
Kesiapan Ketrampilan dan Pengetahuan
Pengetahuan untuk dapat hidup di alam bebas. Kemampuan minimal yang perlu bagi pendaki adalah pengetahuan tentang navigasi darat, survival serta EMC (emergency medical care) praktis.


Read more

Catatan Sejarah Gunung Salak

3 komentar
Lalu, mengapa Gunung Salak disebut sebagai “kuburan” pesawat terbang?
Dari catatan sejumlah media online, di gunung yang masuk ke wilayah Taman Nasional Gunung Salak Halimun ini memang kerap terjadi rangkaian kecelakaan pesawat.
Pada 15 April 2004, pesawat Paralayang Red Baron GT 500 milik Lido Aero Sport, jatuh di Desa Wates Jaya, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Tiga orang tewas akibat kecelakaan ini.
20 Juni 2004, pesawat Cessna 185 Skywagon, jatuh di Danau Lido, Cijeruk, Bogor. Lima orang tewas.  Kemudian pada Juni 2008, pesawat Casa 212 TNI AU jatuh di Gunung Salak di ketinggian 4.200 kaki dari permukaan laut.  Kecelakaan ini menewaskan 18 orang.
30 April 2009, tiga orang tewas setelah kecelakaan terjadi pada pesawat latih Donner milik Pusat Pelatihan Penerbangan Curug jatuh di Kampung Cibunar, Desa Tenjo, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor.
Selanjutnya yang terakhir ini, pesawat SSJ-100 buatan Rusia berpenumpang 46 orang jatuh pada 9 Mei 2012.
Sejumlah kalangan keheranan mengapa Sukhoi yang malang ini turun ke ketinggian yang justru di bawah tinggi gunung.
Staf Ahli Menristek Bidang Pertahanan Keamanan Hari Purwanto bahkan menyatakan penerbangan melalui kawasan Gunung Salak seharusnya tidak dilakukan pada ketinggian 6.000 kaki karena tinggi gunung itu sendiri sekitar 2.200 meter. Belum lagi awan tebal selalu meliputi pegunungan itu.
“Biasanya penerbangan dari Halim menuju Pelabuhan Ratu di ketinggian 12.000 kaki dan standar minimum 8.000 kaki, tapi Sukhoi ini terbang dari ketinggian 10.000 kaki, mengapa turun ke 6.000 kaki,” kata Hari Purwanto di Makassar, Kamis.
Pesawat Sukhoi Super Jet 100 buatan Rusia yang sempat hilang kontak saat Joy Flight dari Halim Perdanakusuma ke Pelabuhan Ratu diperkirakan menabrak pinggir tebing Gunung Salak. 45 orang yang menumpangi pesawat ini diperkirakan tewas.
Hari menyebutan tiga faktor yang mungkin menyebabkan sebuah pesawat jatuh di Gunung Salah.  Ketiganya adalah faktor cuaca, faktor kesalahan manusia, dan faktor kelaikan pesawat.
Ia mengingatkan bahwa jalur penerbangan Bandara Halim Perdanakusuma ke Pelabuhan Ratu via Gunung Salak, bukan jalur penerbangan. Pun bukan area aman untuk penerbangan, apalagi bagi pilot yang tidak terlalu mengerti medan di sana.
Pesawat Sukhoi yang telah dipesan penerbangan swasta Indonesia untuk penerbangan komersil itu diakuinya sudah diuji di sejumlah negara lain sebelum diuji di Indonesia, seperti Myanmar atau negara yang pasarnya terbuka bagi pesawat di luar Boeing, Airbus dan lainnya.
Hari mengungkapkan, di masa lalu, semua pesawat yang akan digunakan di Indonesia harus melalui kajian (review) teknologi dari BPPT.  Namun sejak satu dekade ini review itu tidak dilakukan lagi.


Read more

Menjadi Pengusaha Sukses

0 komentar
Manusia adalah makhluk yang diberikan banyak kelebihan diantara makhuluk lainnya. Selain bentukkanya sempurna dan terbaik diantara makhluk lainnya, manusia dikaruniai kemampuan untuk berpikir. Kemampuan berpikir inilah menjasikan manusia menjadi makhluk paling berbudaya
Kemampuan berpikr manusia menjadikan manusia memiliki kemampuan untuk memilih jalan hidupnya. Kekuatan memilih manusia jika digunakan dengan baik, bisa mengubah nasib dengan cepat, termasuk dalam urusannya dengan kekayaan
Ada banyak cara mencari kekayaan. Anda bebas menentukan pilihan cara mencari kekayaan. Anda bisa bekerja dan meniti karir hingga puncak, Anda bisa menikahi anak orang kaya dan berharap mendapatkan warisan, Anda juga bisa menjadi investor, dan Anda tentu juga bisa memilih kaya dengan cara menjadi pengusaha. Ya… semua itu adalah pilihan hidup
Jika Anda memilih menjadi pengusaha untuk kesuksesan  financial, maka hendaknya pilihan Anda itu benar-benar diyakini dan diperjuangkan. Sebab banyak yang punya pilihan hidup, tapi tidak meyakini, apalagi memperjuangkannya. Ia hanya melihat hasil-hasil yang dicapai orang lain, tanpa berusaha melihat bagaimana ia memperjuangkannya. Ia hanya menjadi pemimpi dan tidak pernah ada aksinya. Dan akhirnya keinginannya menjadi pengusaha sekedar mimpi yang tidak pernah bisa terwujud
Karena itulah situs ini hadir di hadapan Anda. Pengusah Sukses .com semoga bisa menjadi “teman” Anda dalam memperjuangkan mimpi menjadi pengusaha sukses, jika memang ini impian Anda
Semoga…


Read more

Cara Desain WEB

0 komentar

Pembahasan ini akan mempelajari cara mendesain tampilan sebuah web. Tampilan web akan dikerjakan menggunakan Corel Draw X3 dan selanjutnya diekspor ke dalam Adobe Photoshop CS2.
Proses Corel Draw X3
1.Jalankan Program Corel Draw X3
2.Buat Lembar kerja baru, klik Ctrl+N

3.Atur setting lembar kerja seperti tampak pada gambar
12
4.Langkah pertama kita akan membuat tampilan logo fadzlicious.
5.Aktifkan Ellipse Tool atau tekan F7
6.Buat beberapa objek lingkaran dan atur posisinya seperti tampak pada gambar. Tekan ctrl pada saat membuat lingkaran.
2
7.Berikutnya adalah memberikan warna pada masing-masing lingkaran.
8.Pilih objek lingkaran 1.
9.Aktifkan fill tool – Fountain fill dialog atau tekan F11.
10.Kemudian akan tampak kotak dialog Fountain Fill dan atur beberapa parameter seperti tampak pada gambar
3
11.Ubah pilihan type menjadi Radial . Pilihan ini untuk mengatur tipe gradasi .
12.Atur center offset gradasi
13.Atur kombinasi warna pada group Color Blend. Dalam contoh kita menggunakan Two Color dengan kombinasi warna hitam dan putih.
14.Akhiri dengan OK dan hasil akan tampak seperti gambar
4
15.Selanjutnya pilih objek lingkaran 2.
16.Berikan warna gradasi pada objek lingkaran 2 dan atur parameter yang diinginkan.
17.Ubah pilihan Type menjadi Linear.
18.Ubah nilai Angels menjadi 38,0 pada group Option.
19.Pilih Custom dalam group Color Blend. Atur kombinasi warna yang diinginkan. Untuk lebih jelas lihat gambar
5
20.Klik OK dan hasilnya akan seperti gambar
6
21.Pilih lingkaran 3. Berikan gradasi pada lingkaran 3 dengan warna gradasi pada lingkaran 3 dengan warna yang sama dengan lingkaran 2. Hanya saja pada objek lingkaran 3, nilai angle diubah menjadi -138,0. Lihat gambar .
7
22.Klik OK dan hasilnya akan tampak seperti pada gambar
8
23. Pilih objek lingkaran 4 . Berikan warna gradasi kombinasi merah dan hitam dengan tipe gradasi Radial. Lihat gambar
9
24. Klik OK dan Hasilnya
10
25. Dari objek yang terbentuk , kita akan menghilangkan garis outline pada masing- masing objek.
26. Pilih objek dan klik kanan pada tombol no color dalam palet color.Hasil Lihat gambar .
11
27. Pilih semua objek lingkaran dan tekan Ctrl + G untuk mengelompokkan objek terpilih menjadi satu group.
28. Buat Duplikat dari objek logo dengan menekan Ctrl + D
29. Atur ukuran dan Posisi masing-masing objek seperti tampak pada gambar
12
30. Logo sudah selesai dikerjakan. Untuk sementara, sisihkan dulu objek logo keluar area lembar kerja.
31. Langkah berikutnya membuat tampilan web.
32. Aktifkan beberapa pilihan pada menu view seperti tampak pada gambar
13
33. Aktifkan pilihan Rulers, Guidelines, Snap to Guidelines, Snap to Objects dan Dynamic Guides.
34. Tambahkan guideline pada masing-masing sisi lembar kerja. Klik pada ruler horizontal atau vertical dan drag ke sisi lembar kerja untuk membuat guideline.
35. Sekarang buatlah objek yang pertama.
36. Gunakan Polyline tool dan gunakan guidline sebagai garis panduan untuk membuat objek. Dengan mengaktifkan pilihan snap to guidelines maka node dari objek yang dibentuk akan secara otomatis menempel pada guideline yang digunakan sebagai garis Bantu. Lihat Gambar
14
37. Usahakan sisi kiri dan kanan objek menempel pada guideline kiri dan kanan pada lembar kerja.
38. Dalam contoh ketebalan garis dibuat 1 pt agar mempermudah anda mengenali contoh objek yang dibuat.
39. Berikan warna pada objek yang sudah dibuat. Dalam contoh ini digunakan warna abu-abu (10% black) untuk warna dasar menghilangkan warna garis outline. Lihat gambar.
15
40. Masih dengan Polyline tool, buat objek berikutnya. Lihat gambar
16
41. Berikan warna pada objek kedua. Dalam contoh digunakan warna Deep yellow dan menghilangkan garis outline. Lihat gambar
17
42. Buat objek ketiga seperti gambar .
18
43. Beri warna pada objek ketiga dan hilangkan garis outline. Di sini digunakan warna Brick Red . Lihat gambar.
19
44. Pastikan objek ketiga masih dalam kondisi terpilih. Tekan Shift + PageDown untuk meletakkan objek terpilih di posisi paling belakang. Lihat Gambar.
20
45. Selanjutnya buat objek kotak dengan Rectangle Tool. Lihat gambar.
21
46. Beri warna dan hilangkan outline. Di sini digunakan warna abu-abu (30% Black). Lihat gambar
22
47. Tekan Shift + PageDown untuk meletakkan objek kotak ke posisi paling bawah. Lihat gambar.
23
48. Buat objek selanjutnya menggunakan Polyline Tool. Lihat gambar.
24
49. Beri warna putih pada objek Polyline dan hilangkan garis Outline. Lihat gambar.
25
50. Pastikan objek Polyline masih terpilih.
51. Tekan Ctrl + C kemudian paste untuk copy objek
52. Geser Polyline sedikit ke atas, Beri warna Orange pada Polyline hasil duplikat. Lihat Gambar.
26
53. Selesai sudah tampilan web bagian header
54.Gunakan Rectangular Tool untuk membuat tampilan web bagian footer.
55. Buat beberapa objek kotak di sisi bawah lembar kerja. Lihat gambar.
27
56. Pilih semua kotak dibagian footer.
57. Klik tombol Weld untuk menggabung menjadi satu.
59. Beri warna abu-abu (10% Black) pada objek footer dan hilangkan garis outline. Lihat gambar.
28
60. Kemudian masukkan objek logo yang telah anda buat tadi ke bagian header dan tambahkan dengan tulisan fadzlicious.com disebelah kanan logo. Beri kombinasi warna hitam dan putih. Di sini digunakan font Arial Siza 10 pt. Gunakan Text Tool untuk membuat teks. Lihat Gambar.
291
61. Berikutnya tambahkan beberapa teks untuk menu. Jenis Font = Arial, Sizae = 4 pt, warna = putih. Lihat gambar.
30
62. Berikan pembatas antarteks menu. Gunakan Polyline Tool untuk membentuk garis batas teks antarmenu. Berikan warna putih untuk objek garis dengan ketebalan garis = Hairline. Lihat gambar.
31
63. Untuk variasi, tambahkan beberapa pernik seperti object polygon. Gunakan Polygon Tool dengan bentuk 5 sisi. Lihat gambar.
32
64. Transparansi Polygon juga dapat diatur secara bervariasi.
65. Klik Menu Effects – Pilih Lens.
66. Pilih Beberapa objek Polygon, di dalam panel Lens pilih Transparency dengan nilai Rate = 40%, Color = Putih.
67. Terakhir tambahkan warna latar belakang.
68. Untuk warna latar belakang, kita menggunakan objek kotak. Ukuran objek kotak dibuat sebesar ukuran lembar kerja yaitu 760 x 600 pixel.
69. Beri warna pada objek kotak dengan warna yang diinginkan dan hilangkan garis outline. Dalam contoh digunakan warna putih untuk latar belakang.
70. Kemudian tekan Shift + PageDown sehingga objek kotak diletakkan di posisi paling belakang.
71. Desain tampilan web sudah selesai. Anda dapat menambahkan beberapa variasi lainnya dalam bentuk teks atau objek. Secara keseluruhan hasilnya tampak pada gambar.
full
72. Setelah selesai membuat tampilan web, langkah selanjutnya adalah mengekspor hasilnya ke dalam Adobe Photoshop CS2.
73


Read more
Jadilah blogger yang cerdas, ingat sumber artikel anda.. Diberdayakan oleh Blogger.